Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/presuniv/public_html/poss/wp-settings.php on line 520

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/presuniv/public_html/poss/wp-settings.php on line 535

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/presuniv/public_html/poss/wp-settings.php on line 542

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/presuniv/public_html/poss/wp-settings.php on line 578

Deprecated: Function set_magic_quotes_runtime() is deprecated in /home/presuniv/public_html/poss/wp-settings.php on line 18

Strict Standards: Declaration of Walker_Page::start_lvl() should be compatible with Walker::start_lvl(&$output) in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/classes.php on line 1199

Strict Standards: Declaration of Walker_Page::end_lvl() should be compatible with Walker::end_lvl(&$output) in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/classes.php on line 1199

Strict Standards: Declaration of Walker_Page::start_el() should be compatible with Walker::start_el(&$output) in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/classes.php on line 1199

Strict Standards: Declaration of Walker_Page::end_el() should be compatible with Walker::end_el(&$output) in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/classes.php on line 1199

Strict Standards: Declaration of Walker_PageDropdown::start_el() should be compatible with Walker::start_el(&$output) in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/classes.php on line 1244

Strict Standards: Declaration of Walker_Category::start_lvl() should be compatible with Walker::start_lvl(&$output) in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/classes.php on line 1391

Strict Standards: Declaration of Walker_Category::end_lvl() should be compatible with Walker::end_lvl(&$output) in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/classes.php on line 1391

Strict Standards: Declaration of Walker_Category::start_el() should be compatible with Walker::start_el(&$output) in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/classes.php on line 1391

Strict Standards: Declaration of Walker_Category::end_el() should be compatible with Walker::end_el(&$output) in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/classes.php on line 1391

Strict Standards: Declaration of Walker_CategoryDropdown::start_el() should be compatible with Walker::start_el(&$output) in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/classes.php on line 1442

Strict Standards: Redefining already defined constructor for class wpdb in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/wp-db.php on line 306

Strict Standards: Redefining already defined constructor for class WP_Object_Cache in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/cache.php on line 431

Strict Standards: Declaration of Walker_Comment::start_lvl() should be compatible with Walker::start_lvl(&$output) in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/comment-template.php on line 1266

Strict Standards: Declaration of Walker_Comment::end_lvl() should be compatible with Walker::end_lvl(&$output) in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/comment-template.php on line 1266

Strict Standards: Declaration of Walker_Comment::start_el() should be compatible with Walker::start_el(&$output) in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/comment-template.php on line 1266

Strict Standards: Declaration of Walker_Comment::end_el() should be compatible with Walker::end_el(&$output) in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/comment-template.php on line 1266

Strict Standards: Redefining already defined constructor for class WP_Dependencies in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/class.wp-dependencies.php on line 31

Strict Standards: Redefining already defined constructor for class WP_Http in /home/presuniv/public_html/poss/wp-includes/http.php on line 61
POSS President University
Nov
11
2009
2

VM ware 6.5.3 and Unity Feature

Hola..!!!

It’s been a long time I didn’t post a note :)
Topic for this note is about an amazing feature of VMware 6.5.3, which is Unity.

Classic problems when we deal with guest OS are:

  • cannot mounting USBs
  • cannot do a “copy paste” of words, sentences, and files between host and guest OS
  • difficult to enable directory sharing
  • cannot have a drag and drop feature among host and guests OS
  • ….and many more…

U can solve those problems by either upgrading your VMware version to 6.5.3 or fresh installation of VMware 6.5.3. I downloaded VMware Workstation 6.5.3 for Linux in .rpm package from this site. Then, simply run rpm -ivh VMware-Workstation-6.5.3-185404.i386.rpm command.

The installation process ran well without any dependencies problem :D..
I tried to install Windows XP SP 3 (Genuine License) as the guest OS, after the installation process is done, it will automatically install VMware tools.

A bit different when I install CentOS 5.3 as the guest OS on VMware. It didn’t automatically install the VMware tools, so you need to install it manually. Activate your Linux guest OS, then go to menu VM, then click on Install VMware Tools …. It will automatically mounting a VMware Tools DVD-ROM. You can see a DVD icon on your Desktop. Try to access the directory, then you will find VMwareTools-7.8.6-185404.i386.rpm package. You can run  rpm -ivh /media/VMware\ Tools/VMwareTools-7.8.6-185404.i386.rpm command to install it.

The following picture is a screenshot of my Centos VMware.

centosvmware

To enjoy the Unity feature, all you need is just click the Unity button on VMware top panel (I gave a red circle on it).

unitybutton

Another picture is showing you a copy paste “helloWorld.txt” file from guest OS Windows XP SP3 to the host OS (currently i’m using Fedora 10) and you can do it vice versa or just simple by dragging and dropping the file that you want to copy.

copypaste

You can also have a shared directory between the OSes. To create a shared directory, you can go to VM menu > Settings > go to tab Options, then you will find setting for Shared Folders.

The following screenshot shows you my shared directory.

shareddirectory

Okay, that’s all from me…!!!
Hope it will will help you much in dealing with virtual OS :)

-Ruth-

Written by admin in: Tutorial | Tags:
Nov
11
2009
2

Global Conference on Open Source

Mudah2an tidak terlalu terlambat untuk menceritakan sedikit tentang Global Conference on Open Source software (GCOSS) yang diadain pada tanggal 26 - 27 Oktober 2009 yang lalu di Hotel Shangrila - Jakarta.

Acara GCOSS dibuka dengan resmi oleh Bapak Tifatul Sembiring Menteri Komunikasi dan Informasi Teknologi Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di Era Presiden Susilo Bambang Yudoyono 2009-2014, dalam sambutannya, beliau aga mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata ‘proprietary’ correctly ^_^ sampe2 semua yang hadir membantu beliau untuk mengucapkan kata tersebut.

Mengenai acara GCOS nya sendiri, menurut saya, para peserta ga rugi bayar 150.000 utk 2 hari karena semua pakar open source numpuk di acara itu.
kalo ada segelintir orang yang bilang “ah acaranya gitu2 ajah” ya ga salah juga karna emang 2 hari itu acaranya estafet workshop: Blender, Health, Network.

Disana saya bertemu dengan Dr. Alvin dari IOSN dan salah seorang pembicara dalam salah satu acara OSS di malaysia, hihihi jadi sekalian reunian.

Dalam acara tersebut ada salah satu rekan POSS PU yang membuka booth untuk mempresentasikan software yang dia develop utk keperluan thesis. sempat diwawancara sama beberapa pengunjung GCOS, termasuk romi satria wahono,developer wireshark indonesia, and e-lifestyle metro tv..*sempat nggak dipercaya sbg developer nya loh*

Secara ga sengaja dalam acara yang sama saya ditunjuk untuk menjadi leader untuk membentuk komunitas yang bernama OSUM.

Untuk estafet workshopnya yang saya ikuti adalah Blender dimana Mas Adez Aulia sebagai pembicaranya dibantu oleh mas Adi Teguh. Uhmm mas adez keren bgd dalam memberikan materi karena workshopnya diselingi oleh permainan2 kecil yang membuat peserta saling mengenal dan lebih akrab satu dengan yang lainnya.

Pada kesempatan itu, mas adez memaparkan cara untuk membuat animasi gerakan pada tubuh orang. Uhmm awalnya susah bgd tapi setelah dapet mouse ternyata jauh lebih gampang hehehe that’s the key… use mouse ^_^

Umm klo diliat2 ya, sebagian besar pengisi booth di acara GCOS Exhibition adalah anak2 muda,  dan itu menjadi motivasi buat POSS PU untuk lebih aktif lagi..

-Rosa-

Written by admin in: Activities | Tags:
Jul
12
2009
1

Seminar Nasional POSS dan Igos Center

Indonesia Go Open Source atau IGOS merupakan semangat nasional dalam rangka memperkuat sistem teknologi informasi melalui pengembangan dan pemanfaatan Open Source Software (OSS) dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi global.

IGOS merupakan inisiasi pemerintah yang didukung oleh institusi pendidikan, dunia bisnis dan komunitas untuk memanfaatkan OSS sebagai platform aplikasi piranti lunak di Indonesia yang diterjemahkan ke dalam program nasional untuk memperkuat infrastruktur teknologi informasi nasional.

Untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan kebijakan dan agenda seperti yang telah disebutkan di atas, dilakukan dengan melaksanakan pengembangan perangkat lunak, sosialisasi dan distribusi produk OS yang tersedia, dengan melibatkan stakeholder A-B-C (Academic-Business-Government).

Seminar Nasional POSS dan IGOSS Center yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 s.d. 30 Mei 2009 bertujuan untuk menginformasikan dan mensosialisikan keberhasilan pengaplikasian Open Source Software (OSS) baik oleh instansi pemerintah, bisnis maupun institusi pendidikan kepada masyarakat dalam lingkup nasional.

Seminar Nasional POSS dan IGOS Center akan menyiapkan sesi khusus yang menjelaskan mengenai aplikasi OSS pada instansi pemerintah.

Informasi lebih lanjut bisa di klik di sini

Jun
17
2009
2

bingung milih distro linux????

Salah satu keluhan para newbie atau para pengguna awam Linux adalah bingung memilih distro. Distro disini berasal dari kata distribution adalah istilah untuk menyebut pemaket sistem operasi Linux dengan berbagai jenis program komputer.

Tapi dengan adanya berbagai macam distro yang tersedia  kita bisa memiliki banyak pilihan/alternatif ya ga ya ga….. ??? yeah tentunya pilihan dapat ditentukan dengan beberapa kriteria, antara lain popularitas atau banyaknya pengguna, kemudahan instalasi dan konfigurasi, tujuan penggunaan, kelengkapan aplikasi, dukungan pengembang, selera pengguna, dan kedaerahan (bahasa, jenis huruf, jenis keyboard, dll.)

Saya sendiri adalah pengguna ubuntu, tapi tetep aja saya ga bisa ngejawab dengan pasti distro mana yang paling baik karena belum tentu distro yang cocok saya pake juga cocok dengan keinginan dan kebutuhan dia.

Klo ngebahas mengenai popularitas kita bisa ngecek di distrowatch, di situ keliatan klo Ubuntu menempati posisi pertama, disusul OpenSUSE.

Ubuntu

Ubuntu

Ubuntu adalah distro turunan Debian. Tersedia beberapa pilihan Ubuntu, misalnya Ubuntu Desktop (live-CD) dengan desktop GNOME, Ubuntu Alternate, Ubuntu Server, Kubuntu dengan desktop KDE, dan Xubuntu dengan desktop XFCE. Ubuntu.com juga menyediakan Edubuntu dengan desktop GNOME plus aplikasi pendidikan dan LTSP (Edubuntu Server), yang bisa dilengkapi dengan CD Edubuntu Server Addon. Ubuntu “standar” itu belum menyertakan paket-paket pendukung beberapa format file multimedia seperti MP3, VCD, dan DVD, namun tersedia paket-paket Extras yang dapat didownload.

screenshot opensuse-11.0

screenshot opensuse-11.0

Kekuatan utama Opensuse,  distro asal Jerman yang sudah diakuisisi oleh Novell inc, ini ada di kemudahan instalasi, penggunaan serta administrasi sistem berkat tool yang bernama YAST. Seseorang yang baru pertama kali menggunakan linux pun akan sangat mudah menginstall dan meng-admin OpenSuse ini. semua hardware terdeteksi dengan baik dan bekerja sempurna. GUI (graphichal user interface) yang dipake secara default adalah KDE versi 4.

Indonesia ga kalah loh sama negara luar, kita patut bangga karena kita udah punya distro sendiri: IGOS nusantara dan BlankOn.

IGOS Nusantara 3

IGOS Nusantara 3

Distro Nusantara 3 (Mahakam) merupakan distro desktop bagi pengguna Indonesia. Pengembangan lanjutan distro ini disponsori oleh Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia dan dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI). Meskipun disponsori oleh pemerintah, namun distro ini diharapkan dapat tumbuh dan dikembangkan oleh komunitas. Angka 3 pada distro Nusantara, merupakan angka lanjutan dari distro-distro yang disponsori oleh Kementrian Riset dan Teknologi. Nusantara 3 (Mahakam) dikembangkan dengan mengambil basis Fedora 9.

Screenshot BlankOn

Screenshot BlankOn

BlankOn Linux adalah distro Linux yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Komunitas Ubuntu Indonesia demi menghasilkan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna komputer umum di Indonesia.

BlankOn adalah tutup kepala khas beberapa suku/budaya di Indonesia,antara lain suku Jawa (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur), suku Sunda (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Barat dan Banten), suku Madura, suku Bali, dan lain-lain. BlankOn juga berarti blank (bilangan biner 0) dan on (bilangan biner 1) atau topi digital (modern) dengan tampilan klasik (kuno). Arti lain kata BlankOn adalah perubahan dari blank (kosong) menjadi on (menyala atau berisi).

Screenshot fedora 6 - KDE4

Screenshot fedora 6 - KDE4

Distro lainnya adalah Fedora, Distro asal amerika ini merupakan versi free dari produsen Linux nomor satu di dunia RedHat Inc. Versi server-nya RHEL, Red Hat Enterprise Linux merupakan distro kelas enterprise yang paling dipercaya di seluruh dunia. Tentu saja versi free ini mewarisi kestabilan induknya. Ya itu memang kekuatan utama distro ini, kestabilan. Disamping stability, kekuatan fedora yang lain adalah kemudahan admistrasi pemaketan software dengan menggunakan tool yg bernama YUM, salah satu yg terbaik di lingkungan linux saat ini. Sama dengan OpenSuse, semua hardware terdeteksi dengan sangat baik

Secara default, Desktop manager alias GUI yg dipake pada versi terbarunya yaitu Fedora Core 9 adalah Gnome. Tapi saya lebih suka menggunakan KDE karena tampilannya lebih maknyuss dan lebih familiar untuk pemula.
Kan udah tau tuh pilihan2 distronya, selebihnya yang perlu dipertimbangkan adalah :
  1. Kemudahan Instalasi –> klo mw coba dulu mendingan pake Live-CD aja
  2. Kemudahan dan kenyamanan penggunaan atau operasional
  3. Pengenalan dan dukungan terhadap hardware dan aplikasi2 terbaru
  4. Dukungan teknis dari komunitas pengguna maupun vendor
  5. Keindahan dan kecantikan penampilan desktop

Written by admin in: Tutorial | Tags:
May
14
2009
1

Sosialisasi open source

Pada tanggal 11 Mei 2009, diadakan acara sosialisasi open source di President University. Acara ini diselenggarakan untuk mahasiswa baru angkatan 2008 dan 2007 yang diselenggarakan di lab. open source, President University, Lt. 2.

Pada kesempatan ini, ruth sebagai pembicara memperkenalkan Linux, mulai dari sejarahnya sampai dengan membandingkan tiap2 distro Linux. Pada akhir acara, diberikan demo installasi linux.

IMG_0090

IMG_0086

Written by admin in: Activities | Tags:
May
13
2009
2

When Bloggers and Mailisters Collide @ PUSPIPTEK

POSS PU menghadiri acara When Bloggers and Mailisters Collide, diadain di Pupiptek, tangerang, pada tanggal 2 Mei 2009. Hehehe udah aga telat sih, tapi kita yakin klw untuk sharing informasi tidak ada kata terlambat.

Ternyata yang hadir disana tidak hanya POSS PU tapi juga POSS Untar dan POSS Al-Azhar. Lumayan kangen sama para POSS’ers, karena dah lama POSS network ga ada kegiatan bareng.

P02-05-09_15.56

Di kutip dari humas ristek, acara ini bertujuan untuk bersilaturahmi atau tatap muka yang lebih dikenal dengan bahasa gaulnya Kopi Darat. Diangkat Tema acara ini “When Blooggers and Mailisters Collide” dengan semangat Dari Kita Untuk Kita (DKUK). Komunitas dan undangan yang hadir mencapai 423 orang, diantaranya Menristek Kusmayanto Kadiman, Kepala-kepala LPND Ristek (BATAN, BAPPETEN, BPPT), ketua umum AOSI, Betti Alisjahbana, Forum Kompasiana, Forum Pembaca Kompas, Technomedia, Netsains, Bubu.com dan undangan pemerhati Teknologi Informasi (TI) serta pelajar dan mahasiswa.

Agar kopi darat menjadi meriah dan lebih dekat dengan seluruh komunitas, acara dimulai jam 10 WIB dengan diawali jalan santai di Kebun Tanaman Nusantara di kawasan Puspiptek. Para bloggers dan mailisters diajak keliling untuk melihat keanekaragaman koleksi tumbuhan Nusantara, baik tumbuhan yang bernilai ekonomis maupun yang berkhasiat untuk kesehatan. ”Saya yakin banyak pelajaran yang dipetik para peserta tentang kekayaan alam di Kebun Tanaman Nusantarai ini”, Ujar Kusmayanto Kadiman pada saat mendampingi peserta keliling Kebun.

050209100628

Kebun Tanaman Nusantara dikawasan Puspiptek merupakan karya anak bangsa, dari mulai desain sampai dengan pemilihan tanaman dilakukan oleh para peneliti Indonesia. Namun berbeda dengan Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas dan lain lain yang di buat oleh Belanda. Akhir jalan santai di Kebun, para peserta memperoleh tanaman hasil penelitian sebagai buah tangan yang menandakan sudah pernah berkunjung.

Puncak acara dari kopi darat yaitu pengenalan aplikasi Wimax yang merupakan karya anak bangsa, dan diskusi menulis yang baik di blog. Pada acara pengenalan aplikasi Teknologi Wimax peserta diperlihatkan demo dan teleconference yang dipimpin oleh pakar TI , Onno W. Purbo. Menurut Ono, produk Wimax ini sangat luar biasa dan murah, bukan hanya kecepatan yang tinggi, tapi juga membuat anda puas dalam berselancar, ber-email ria, dan ngeblog yang semakin asyik.

Untuk membuktikan itu semua di peragakan juga cara kerja handphone, voice call, video call, internet call yang semuanya 4G (baca forjee). Agar para peserta mengetahui kehebatan Teknologi Wimax di kawasan Puspiptek, para undangan diajak mencoba aplikasi dengan menggunakan Laptop mengakses Wifi yang telah terpasang di kawasan . Hasil uji coba, peserta mengacungkan jempol dan merasa puas dengan Teknologi 4G produk anak bangsa. Teknologi informasi ini akan mewarnai dan komunikasi di Indonesia.

Antusiasme peserta kopi darat semakin siang tidak terlihat surut, walaupun acara cukup serius, peserta tidak beranjak dari tempatnya. Hiburan band dengan penyanyi dadakan dari kita untuk kita, membuat suasana lebih akrab dan tercipta keceriaan dari para peserta. Selain hiburan, panitia membagikan buku-buku karya anak bangsa sebagai pertanggungan jawab kepada masyarakat hasil kerja para peneliti.

Sama halnya pada acara diskusi santai bertema “Kiat Keluar dari penyakit rabun membaca dan lumpuh menulis”. dengan narasumber Wicaksono dari komunitas tecnomedia yang memaparkan mengenai Blog dan menulis populer, Shinta Dhanuwardoyo dari Bubu.com berbicara tentang Digital Campaign, Agus Hamonangan dari Forum Pembaca Kompas mengenai pengelolaan dan manajemen Milis, dengan moderator Salma Indria Rahman dari media Investor Daily.

Banyak pertanyaan-pertanyaan diajukan peserta kepada narasumber, yang ingin menggali pengalaman dan menambah wawasan serta ilmu. Pertanyaan-pertanyaan dapat dijawab dengan lugas, dimengerti dan tepat sasaran oleh para narasumber.

Akhir acara pada jam 4 sore, ditandai dengan foto bersama dengan Menristek, Kusmayanto Kadiman. Semua peserta pulang dengan puas dan berharap acara ini akan ada kelanjutan di masa akan datang, sehingga kekompakan para bloggers dan mailister di Indonesia semakin kuat, serta menjadikan promosi kemampuan anak bangsa, dapat dikenal secara global.

Mar
20
2009
4

Virtual Network with SUN VirtualBox

Thesis oh Thesis… :)

For my thesis purpose, I need to have more than 1 PCs, so I decided to install SUN Virtualbox from an rpm package which I got from here.

First, I need to tell you that my laptop runs on top of Fedora 10.

Be sure that you enter as the root user in the command shell. Just type su -

I install the package by typing

yum -y install VirtualBox-2.1.4_42893_fedora9-1.i386.rpm

After the installation, you can access Virtualbox in GUI mode by going to Applications -> System Tools -> SUN xVM Virtualbox

You can start installing guest OS.

I installed OpenSuse 11, Ubuntu 8.10, and Red Hat Enterprise Linux 5.2 on it.

I think that’s all for the preparation :)

Let’s start building the virtual network.

First, create a virtual ethernet card for each guest OS

in your terminal, type:

VBoxTunctl -t theExpectedNameForYourVirtualEthCard -u OwnerName

I wish to have three eth card to be assigned to each guest OS,.So I did the following in my system:

[root@localhost ~]# VBoxTunctl -t vbSuse -u rya
Set ‘vbSuse’ persistent and owned by uid 500

[root@localhost ~]# VBoxTunctl -t vbUbuntu -u rya
Set ‘vbUbuntu’ persistent and owned by uid 500


[root@localhost ~]# VBoxTunctl -t vbRhel -u rya
Set ‘vbRhel’ persistent and owned by uid 500

All of them are not automatically started…So I need to start them by typing:

[root@localhost ~]# ifconfig vbSuse up

[root@localhost ~]# ifconfig vbUbuntu up

[root@localhost ~]# ifconfig vbRhel up

And I need to assign IP for each of them…

[root@localhost ~]# ifconfig vbUbuntu 192.168.3.33

[root@localhost ~]# ifconfig vbSuse 192.168.6.66

[root@localhost ~]# ifconfig vbRhel 192.168.9.99

Then,,,,

The next step is to do the routing…

[root@localhost ~]# route add -net 192.168.3.0/24 gw 192.168.3.33
[root@localhost ~]# route add -net 192.168.6.0/24 gw 192.168.6.66
[root@localhost ~]# route add -net 192.168.9.0/24 gw 192.168.9.99

after all, I configure each guest OS to have IP address and default gateway set.

Ooops….I almost forget to tell you about how to assign those virtual ethernet card to your Guest OS…

  • First, you select a guest OS, then,
  • in the right panel, you will see the network configuration
  • Click on it
  • Another window will show up
  • Thick on the check box “Enable Network Adapter”
  • For the “Attached To” drop down menu, select “Host Interface”. There will be a lists of available Host interface.
  • Choose one of the, and click OK

screenshot-ubuntu-settings

screenshot-untitled-1-openofficeorg-writer1

In my Ubuntu Guest OS. I assign IP and default gateway as follows:

ifconfig eth0 up

ifconfig eth0 192.168.3.22

route add default gateway 192.168.3.33

I did the same things for OpenSuse and RHEL guest OS.

OpenSuse

ifconfig eth0 up

ifconfig eth0 192.168.6.77

route add default gateway 192.168.6.66

RHEL

ifconfig eth0 up

ifconfig eth0 192.168.9.11

route add default gateway 192.168.9.99

After all, from your host, try to ping to all IP address of you guest OSes, from your guest OS to your host, and for one guest OS to another guest OS.

And Everything is done. :)

Written by admin in: Tutorial |
Mar
20
2009
2

PortableApps on Fedora 10 Live USB

If you think about how to have a portable Linux Operating System in your USB and portableapss which can run under Windows. You can have all of them in a single USB :)
Have a nice try…
View more documents from vargy.
Written by admin in: Uncategorized |
Mar
19
2009
2

FOSS and Linux

Written by admin in: Tutorial | Tags: ,
Mar
19
2009
4

Materi Seminar “Compare OS”

Untuk memenuhi Undangan panitia (Universitas Islam Negeri), dibuatlah file presentasi di bawah ini untuk mengisi acara yang diberi Judul “Compare OS”
View more presentations from var.
Written by admin in: Uncategorized |

Powered by MarSim TerRomnite | Theme: by SalleyTam and MikeWils, design by Danbed Inc NTU.
Our Team:Living Snug Cen Nac Nordic Fact Socal Lily DRC Villa NYC Pacific Tea Winns