Nov
11
2009
13

VM ware 6.5.3 and Unity Feature

Hola..!!!

It’s been a long time I didn’t post a note :)
Topic for this note is about an amazing feature of VMware 6.5.3, which is Unity.

Classic problems when we deal with guest OS are:

  • cannot mounting USBs
  • cannot do a “copy paste” of words, sentences, and files between host and guest OS
  • difficult to enable directory sharing
  • cannot have a drag and drop feature among host and guests OS
  • ….and many more…

U can solve those problems by either upgrading your VMware version to 6.5.3 or fresh installation of VMware 6.5.3. I downloaded VMware Workstation 6.5.3 for Linux in .rpm package from this site. Then, simply run rpm -ivh VMware-Workstation-6.5.3-185404.i386.rpm command.

The installation process ran well without any dependencies problem :D..
I tried to install Windows XP SP 3 (Genuine License) as the guest OS, after the installation process is done, it will automatically install VMware tools.

A bit different when I install CentOS 5.3 as the guest OS on VMware. It didn’t automatically install the VMware tools, so you need to install it manually. Activate your Linux guest OS, then go to menu VM, then click on Install VMware Tools …. It will automatically mounting a VMware Tools DVD-ROM. You can see a DVD icon on your Desktop. Try to access the directory, then you will find VMwareTools-7.8.6-185404.i386.rpm package. You can run  rpm -ivh /media/VMware\ Tools/VMwareTools-7.8.6-185404.i386.rpm command to install it.

The following picture is a screenshot of my Centos VMware.

centosvmware

To enjoy the Unity feature, all you need is just click the Unity button on VMware top panel (I gave a red circle on it).

unitybutton

Another picture is showing you a copy paste “helloWorld.txt” file from guest OS Windows XP SP3 to the host OS (currently i’m using Fedora 10) and you can do it vice versa or just simple by dragging and dropping the file that you want to copy.

copypaste

You can also have a shared directory between the OSes. To create a shared directory, you can go to VM menu > Settings > go to tab Options, then you will find setting for Shared Folders.

The following screenshot shows you my shared directory.

shareddirectory

Okay, that’s all from me…!!!
Hope it will will help you much in dealing with virtual OS :)

-Ruth-

Written by admin in: Tutorial | Tags:
Jun
17
2009
24

bingung milih distro linux????

Salah satu keluhan para newbie atau para pengguna awam Linux adalah bingung memilih distro. Distro disini berasal dari kata distribution adalah istilah untuk menyebut pemaket sistem operasi Linux dengan berbagai jenis program komputer.

Tapi dengan adanya berbagai macam distro yang tersedia  kita bisa memiliki banyak pilihan/alternatif ya ga ya ga….. ??? yeah tentunya pilihan dapat ditentukan dengan beberapa kriteria, antara lain popularitas atau banyaknya pengguna, kemudahan instalasi dan konfigurasi, tujuan penggunaan, kelengkapan aplikasi, dukungan pengembang, selera pengguna, dan kedaerahan (bahasa, jenis huruf, jenis keyboard, dll.)

Saya sendiri adalah pengguna ubuntu, tapi tetep aja saya ga bisa ngejawab dengan pasti distro mana yang paling baik karena belum tentu distro yang cocok saya pake juga cocok dengan keinginan dan kebutuhan dia.

Klo ngebahas mengenai popularitas kita bisa ngecek di distrowatch, di situ keliatan klo Ubuntu menempati posisi pertama, disusul OpenSUSE.

Ubuntu

Ubuntu

Ubuntu adalah distro turunan Debian. Tersedia beberapa pilihan Ubuntu, misalnya Ubuntu Desktop (live-CD) dengan desktop GNOME, Ubuntu Alternate, Ubuntu Server, Kubuntu dengan desktop KDE, dan Xubuntu dengan desktop XFCE. Ubuntu.com juga menyediakan Edubuntu dengan desktop GNOME plus aplikasi pendidikan dan LTSP (Edubuntu Server), yang bisa dilengkapi dengan CD Edubuntu Server Addon. Ubuntu “standar” itu belum menyertakan paket-paket pendukung beberapa format file multimedia seperti MP3, VCD, dan DVD, namun tersedia paket-paket Extras yang dapat didownload.

screenshot opensuse-11.0

screenshot opensuse-11.0

Kekuatan utama Opensuse,  distro asal Jerman yang sudah diakuisisi oleh Novell inc, ini ada di kemudahan instalasi, penggunaan serta administrasi sistem berkat tool yang bernama YAST. Seseorang yang baru pertama kali menggunakan linux pun akan sangat mudah menginstall dan meng-admin OpenSuse ini. semua hardware terdeteksi dengan baik dan bekerja sempurna. GUI (graphichal user interface) yang dipake secara default adalah KDE versi 4.

Indonesia ga kalah loh sama negara luar, kita patut bangga karena kita udah punya distro sendiri: IGOS nusantara dan BlankOn.

IGOS Nusantara 3

IGOS Nusantara 3

Distro Nusantara 3 (Mahakam) merupakan distro desktop bagi pengguna Indonesia. Pengembangan lanjutan distro ini disponsori oleh Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia dan dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI). Meskipun disponsori oleh pemerintah, namun distro ini diharapkan dapat tumbuh dan dikembangkan oleh komunitas. Angka 3 pada distro Nusantara, merupakan angka lanjutan dari distro-distro yang disponsori oleh Kementrian Riset dan Teknologi. Nusantara 3 (Mahakam) dikembangkan dengan mengambil basis Fedora 9.

Screenshot BlankOn

Screenshot BlankOn

BlankOn Linux adalah distro Linux yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Komunitas Ubuntu Indonesia demi menghasilkan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna komputer umum di Indonesia.

BlankOn adalah tutup kepala khas beberapa suku/budaya di Indonesia,antara lain suku Jawa (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur), suku Sunda (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Barat dan Banten), suku Madura, suku Bali, dan lain-lain. BlankOn juga berarti blank (bilangan biner 0) dan on (bilangan biner 1) atau topi digital (modern) dengan tampilan klasik (kuno). Arti lain kata BlankOn adalah perubahan dari blank (kosong) menjadi on (menyala atau berisi).

Screenshot fedora 6 - KDE4

Screenshot fedora 6 - KDE4

Distro lainnya adalah Fedora, Distro asal amerika ini merupakan versi free dari produsen Linux nomor satu di dunia RedHat Inc. Versi server-nya RHEL, Red Hat Enterprise Linux merupakan distro kelas enterprise yang paling dipercaya di seluruh dunia. Tentu saja versi free ini mewarisi kestabilan induknya. Ya itu memang kekuatan utama distro ini, kestabilan. Disamping stability, kekuatan fedora yang lain adalah kemudahan admistrasi pemaketan software dengan menggunakan tool yg bernama YUM, salah satu yg terbaik di lingkungan linux saat ini. Sama dengan OpenSuse, semua hardware terdeteksi dengan sangat baik

Secara default, Desktop manager alias GUI yg dipake pada versi terbarunya yaitu Fedora Core 9 adalah Gnome. Tapi saya lebih suka menggunakan KDE karena tampilannya lebih maknyuss dan lebih familiar untuk pemula.
Kan udah tau tuh pilihan2 distronya, selebihnya yang perlu dipertimbangkan adalah :
  1. Kemudahan Instalasi –> klo mw coba dulu mendingan pake Live-CD aja
  2. Kemudahan dan kenyamanan penggunaan atau operasional
  3. Pengenalan dan dukungan terhadap hardware dan aplikasi2 terbaru
  4. Dukungan teknis dari komunitas pengguna maupun vendor
  5. Keindahan dan kecantikan penampilan desktop

Written by admin in: Tutorial | Tags:
Mar
20
2009
18

Virtual Network with SUN VirtualBox

Thesis oh Thesis… :)

For my thesis purpose, I need to have more than 1 PCs, so I decided to install SUN Virtualbox from an rpm package which I got from here.

First, I need to tell you that my laptop runs on top of Fedora 10.

Be sure that you enter as the root user in the command shell. Just type su -

I install the package by typing

yum -y install VirtualBox-2.1.4_42893_fedora9-1.i386.rpm

After the installation, you can access Virtualbox in GUI mode by going to Applications -> System Tools -> SUN xVM Virtualbox

You can start installing guest OS.

I installed OpenSuse 11, Ubuntu 8.10, and Red Hat Enterprise Linux 5.2 on it.

I think that’s all for the preparation :)

Let’s start building the virtual network.

First, create a virtual ethernet card for each guest OS

in your terminal, type:

VBoxTunctl -t theExpectedNameForYourVirtualEthCard -u OwnerName

I wish to have three eth card to be assigned to each guest OS,.So I did the following in my system:

[root@localhost ~]# VBoxTunctl -t vbSuse -u rya
Set ‘vbSuse’ persistent and owned by uid 500

[root@localhost ~]# VBoxTunctl -t vbUbuntu -u rya
Set ‘vbUbuntu’ persistent and owned by uid 500


[root@localhost ~]# VBoxTunctl -t vbRhel -u rya
Set ‘vbRhel’ persistent and owned by uid 500

All of them are not automatically started…So I need to start them by typing:

[root@localhost ~]# ifconfig vbSuse up

[root@localhost ~]# ifconfig vbUbuntu up

[root@localhost ~]# ifconfig vbRhel up

And I need to assign IP for each of them…

[root@localhost ~]# ifconfig vbUbuntu 192.168.3.33

[root@localhost ~]# ifconfig vbSuse 192.168.6.66

[root@localhost ~]# ifconfig vbRhel 192.168.9.99

Then,,,,

The next step is to do the routing…

[root@localhost ~]# route add -net 192.168.3.0/24 gw 192.168.3.33
[root@localhost ~]# route add -net 192.168.6.0/24 gw 192.168.6.66
[root@localhost ~]# route add -net 192.168.9.0/24 gw 192.168.9.99

after all, I configure each guest OS to have IP address and default gateway set.

Ooops….I almost forget to tell you about how to assign those virtual ethernet card to your Guest OS…

  • First, you select a guest OS, then,
  • in the right panel, you will see the network configuration
  • Click on it
  • Another window will show up
  • Thick on the check box “Enable Network Adapter”
  • For the “Attached To” drop down menu, select “Host Interface”. There will be a lists of available Host interface.
  • Choose one of the, and click OK

screenshot-ubuntu-settings

screenshot-untitled-1-openofficeorg-writer1

In my Ubuntu Guest OS. I assign IP and default gateway as follows:

ifconfig eth0 up

ifconfig eth0 192.168.3.22

route add default gateway 192.168.3.33

I did the same things for OpenSuse and RHEL guest OS.

OpenSuse

ifconfig eth0 up

ifconfig eth0 192.168.6.77

route add default gateway 192.168.6.66

RHEL

ifconfig eth0 up

ifconfig eth0 192.168.9.11

route add default gateway 192.168.9.99

After all, from your host, try to ping to all IP address of you guest OSes, from your guest OS to your host, and for one guest OS to another guest OS.

And Everything is done. :)

Written by admin in: Tutorial |
Mar
19
2009
18

FOSS and Linux

Written by admin in: Tutorial | Tags: ,
Mar
18
2009
8

XUL, the XML User Interface Language

XUL dibaca Zool, pertama kali saya dengar waktu mengikuti conferensi open source di Malaysia, salah satu pembicaranya membuat aplikasi rumah sakit menggunakan XUL ini.

Walaupun akhirnya ada banyak perdebatan mengenai XUL dimana intinya tidak flexible krn user harus menggunakan Mozilla sebagai browsernya. Tapi computer programming ini patut dipelajari, krn dengan ini kita bisa membuat aplikasi yang lintas platform, ga cuma terpaku sama powerful programming language yang ga lain adalah PHP. Hidup PHP!! hehehe….

Klo mau buat stand-alone aplikasi XUL, buat back-end nya aplikasi XUL, kita perlu yang namanya XULrunner, jadi browsernya ga perlu buat menjalankan aplikasinya tapi XULrunner punya executable filenya sendiri, jd tinggal di klik trs aplikasinya jalan deh… naaaah klo mau tau lebih banyak tentang XULrunner silahkan jangan sungkan untuk mengunjungi http://en.wikipedia.org/wiki/XULRunner

Buat kamu-kamu yang udah paham dengan DHTML, bakal cepet menguasai XUL dan langsung bisa membuat aplikasinya. Elemen-elemen yang bisa dibuat pake aplikasi XUL diantaranya:

  • Inputan kayak textboxes dan checkboxes
  • Tombol
  • Menu bar maupun pop up menu
  • Tab menu
  • Tree untuk tabular informasi
  • Shortcut untuk Keyboard

sebelum mulai bikin aplikasinya pake XUL, jangan lupa beberapa hal berikut:

  • semua elemen dan atribut dalam XUL harud ketik-kan dengan huruf kecil semua karena XUL ini case-sensitive ga seperti HTML
  • isi  dari atribut dalam XUL harus diletakan didalam tanda quote, walaupun nilai tersebut adalah ANGKA
  • file di XUL itu biasanya dibagi kedalam 4 file, salah satunya itu layout dan elemen, stlye, entity declaration

ini contoh script untuk membuat window:

<?xml version=”1.0″?>
<?xml-stylesheet href=”chrome://global/skin/” type=”text/css”?>

<window
id=”findfile-window”
title=”Find Files”
orient=”horizontal”
xmlns=”http://www.mozilla.org/keymaster/gatekeeper/there.is.only.xul”>
<!– Other elements go here –>
</window>

skript diatas cuma nampilin window doang tanpa elemen2 user interface yang lain

klo mau bikin tombol caranya cuma gini:

<button
id=”identifier”
class=”dialog”
label=”OK”
image=”images/image.jpg”
disabled=”true”
accesskey=”t”/>

duh…hehehe…klo mau dijelasin disini kayaknya panjang banget ya, nanti disambung lagi aja di post entry berikutnya ya.

yang pasti, untuk kesempatan ini,  saya mau kasih liat klo bikin aplikasi XUL ini tuh ga sulit.

buat diskusi lebih lanjut bisa hub saya ummm biasanya sich di oca_coolest@yahoo.com tapi krn lagi kena masalah yang ga tau gimana ngebenerinnya heee jadi ke rosa.aja@gmail.com aja.

Mar
18
2009
17

ZABBIX

Oleh: Soesilo Manti

Apa sih zabbix itu? Sepertinya banyak yang belum tahu atau bahkan dengar tentang nama itu.Tapi untuk orang-orang yang berkecimpung dalam dunia open source, terutama orang yang kerjanya di bagian system administrator pasti tahu tentang zabbix.

Yup, zabbix adalah salah satu software gratis yang digunakan untuk memonitor jaringan dan satus dari berbagai network services, servers dan network hardware lainnya. Diciptakan oleh Alexei Vladishev, software ini sudah mendukung polling dan trapping.

Keunggulan yang dimiliki oleh zabbix adalah software ini merupakan open source yang dapat dengan mudah didapatkan dan gratis. Selain itu, zabbix juga memiliki GUI yang bagus sehingga mudah dimengerti oleh penggunanya ( menyediakan visualisasi seperti map dan grafik sehingga juga memudahkan kita dalam pengaturan administrasi maupun systemnya (flexibel) ). Kita bisa memilih dengan bebas jenis dan tipe laporan yang kita inginkan, apakah per minggu atau jangka waktu lainnya. Bila kita hanya menginginkan data tanpa grafik, Zabbix juga sanggup melakukannya. Ditinjau dari segi keamanan, software yang satu ini juga mempunyai system keamanannya sendiri, seperti authentifikasi dengan IP address dan Memberikan informasi masalah dengan cepat, misalkan dengan e-mail atau sms.

Dengan semua keunggulan yang dimiliki oleh ZABBIX, software ini dapat memainkan peranan yang penting dalam memonitor infrastructure jaringan dan dapat mambantu para system administrator dalam melakukan pekerjaannya. Zabbix benar-benar tepat untuk sebuah perusahaan kecil yang memiliki beberapa server dan untuk perusahaan besar dengan banyak server.

Written by admin in: Tutorial | Tags:
Mar
18
2009
21

LATEX

Oleh: Egtheasavianca

Mungkin Anda baru mendengar nama ini “LaTeX”. Namun bagi kalangan tertentu, LaTeX merupakan sebuah tools yang berguna untuk mengerjakan berbagai hal yang dapat dilakukan sebuah program Microsoft Office. Bahkan banyak professional berpendapat bahwa LaTeX lebih baik dibandingkan pesaingnya Microsoft Office. LaTeX umumnya digunakan oleh kalangan ilmuwan, insinyur, pelajar dan juga di dunia komersil.

LaTeX merupakan sebuah document markup language dan document preparation system untuk program TeX typesetting, yang bekerja layaknya HTML Latex juga dapat digunakan untuk menterjemahkan sebuah dokumen dan juga dokumen berbasis XML menjadi format PDF. Latex banyak digunakan karena menggunakan typesetting yang berkualitas tinggi yang dapat diperoleh melalui TeX. Hal ini menawarkan sebuah desktop publishing yang dapat diprogram dengan berbagai fitur dan banyak fasilitas untuk memudahkan banyak aspek typesetting dan desktop pubilishing meliputi penomoran, referensi, tabel dan figur, layout halaman dan bibiliografi.

Latex bertujuan unk menyediakan high level languange untuk mengakses fitur TeX. Latex sesungguhnya berisikan koleksi TeX macros dan sebuah program untuk mengakses dokumen LaTeX. Karena perintah untuk mengedit TeX merupakan low level languange, akan lebih mudah bagi pengguna menggunakan LaTeX untuk mengedit TeX. Latex pertama kali ditulis oleh Leslie Lamport di SRI International pada tahun 1980-an dan sekarang telah menjadi metode yang dominan dipakai untuk mengunakan TeX, hanya sedikit orang yang tetap menggunakan TeX. Versi yang digunakan sekarang adalah LaTeX2e. Istilah Latex merujuk hanya pada bagaimana dokumen ditulis, bukannya text editor itu sendiri. Untuk membuat sebuah dokumen LaTeX, sebuah file .tex harus dibuat mengguanakan sebuah text editor. Banyak orang menggunakan beberapa editor didesain khusus untuk bekerja dengan LaTeX.

Written by admin in: Tutorial | Tags:
Mar
18
2009
12

Elinks

Oleh: Aditya Hadi

Beberapa waktu yang lalu ketika sedang “main-main” di lab POSS bersama beberapa orang teman, seorang senior menawarkan kepada saya untuk melihat sebuah program yang bernama “ELinks”. Saya pun penasaran dan menanyakan tentang program tersebut. Ia hanya memberikan gambaran singkat bahwa “ELinks” adalah sebuah browser yang hanya bekerja pada teks mode. Saya pun membayangkan sebuah “Opera Mini” yang biasa saya pakai di handphone dipasang di linux, karena biasanya saya mengesetnya agar tidak menampilkan gambar supaya irit pulsa. Tapi begitu program “ELinks” telah selesai di-download dan langsung bisa dijalankan dengan command line, saya pun berjumpa dengan browser yang saxt box dan item-item lain? Dan buat ngat “hitam”, dan benar-benar hanya menampilkan teks. Bahkan garis pun digambarkan dengan teks. Saya pun langsung mengatakan bahwa “Opera Mini” sekalipun jauh di atas “ELink” dalam masalah tampilan. Lalu bagaimana browser ini menampilkan teapa programmer membuat browser kuno seperti itu? Inilah “ELinks” sebenarnya …

ELinks adalah Web Browser berbasis text yang pada awalnya khusus untuk dijalankan lewat console system operasi Unix. Sejak awal, projek pembangunan software ini bertujuan untuk menyediakan sebuah Web Browser yang khusus hanya bisa menampilkan teks namun kaya akan fitur-fitur bermanfaat serta pengembangan yang terbuka sehingga siapa saja bisa ikut andil dalam pengembangan browser ini.
Mungkin timbul sedikit pertanyaan di benak kita. Di zaman yang serba modern dengan pengembangan teknologi web page yang memanjakan pengguna dengan tampilan grafis menakjubkan seperti sekarang ini, mengapa masih ada developer yang susah payah membuat browser berbasis teks yang terkesan ketinggalan zaman seperti “ELinks”. Ada beberapa alasan mengapa “ELinks” dibuat :

  1. Seperti yang kita tahu kebanyakan browser yang berbasis grafis begitu lambat untuk hanya membuka satu web page dan membutuhkan banyak memori. Untuk sebagian pengguna, hal ini talk dapat diterima dan mereka membutuhkan sebuah browser yang hanya membutuhkan sedikit sumber daya untuk melakukan browsing.
  2. Browser berbasis teks juga begitu berharga pada server yang tak memiliki tampilan grafis dan hanya menggunakan session lewat SSH dan yang semisalnya.
    Bila anda pikir kita tak akan mampu membuka sebagian besar web page di zaman sekarang karena kebanyakan mereka menggunakan gambar dan efek grafis lain, maka anda salah. Sekitar 75 % web page di internet dapat dibuka secara sempurna dengan “ELinks” dan 15 % sisanya tetap dapat dibuka walau tidak dengan tampilan yang sempurna.

    Proyek pembuatan “ELinks” sendiri dimulai pada tahun 2001 dari eksperimen Petr Baudis pada web browser “Links” yang pertama kali dibuat oleh Mikulas Patocka. Sejak itu, tambahan “E” yang berarti ‘Extended’ atau ‘Enhanced’ ditambahkan di depan “Links”. Puncaknya, pada tanggal 1 September 2004 Petr Baudis menyerahkan pengembangan projek ini pada Jonas Fonseca, seorang developer asal Denmark.
    Fitur-fitur menarik yang ada pada “ELinks” :
    1. Otentifikasi HTTP dan Proxy
    2. Cookies HTTP permanen
    3. Dukungan untuk scripting Perl, Ruby, Lua, dan GNU Guile pada browser
    4. tabs
    5. Menu dan dialog yang cantik
    6. Tabel dan Frame HTML
    7. Download lewat background
    8. Support CSS (beberapa)
    9. Support ECMAScript (beberapa)
    10. Pengeditan Teks Box pada Teks Editor Eksternal
    11. Support penggunaan mouse
    12. Display teks berwarna
    13. Support Protokol : local files, finger, http, https, ftp, fsp, ipv4, ipv6
    14. Support Protokol (dalam percobaan): BitTorrent, gopher, nntp
    15. Telah mendukung hampir semua platform system operasi seperti : OpenBSD, FreeBSD, Mac OS, OS/2, Solaris, dan bahkan Microsoft Windows.

Written by admin in: Tutorial |

Powered by MarSim TerRomnite | Theme: by SalleyTam and MikeWils, design by Danbed Inc NTU.
Our Team:Living Snug Cen Nac Nordic Fact Socal Lily DRC Villa NYC Pacific Tea Winns